Monday, July 9, 2012

Pachypodium Mulai Mengintai

Seribu bibit tanaman setinggi 1-4 cm berbaris rapi di atas rak berukuran 5 m x 1 m dengan tinggi 80 cm. Adenium duri yang berada di rak kelima sebelah kanan pintu masuk greenhouse itu terlihat asri dengan daun ramping berwarna hijau. Itulah Pachypodium lamerei milik Pami Hernadi di Lembang, Bandung, yang disemai sejak 4 bulan silam.

Pachypodium memang mulai mengintai hobiis tanaman hias. Tak hanya di Jawa Barat, tapi juga Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Terbukti beberapa pekebun secara diam-diam sudah mulai menyemai biji anggota famili Apocynaceae itu. Sebut saja Fransiskus Wiratmahusada di Semarang. Pemilik Gamacactus Nursery itu menyemai biji Pachypodium geayi dalam 4 wadah plastik berukuran 30 cm x 40 cm. Masing-masing wadah diisi 200-300 biji. Mereka tersembunyi di antara aglaonema yang terletak di belakang rumah.

Nun di Yogyakarta, Aris Budiman memiliki lebih dari 3.000 bibit P. geayi berumur 2-12 minggu. Mereka diletakkan di atas rak bambu setinggi 50 cm dalam rumah plastik di pojok kiri kebun. Di Tangerang, ada Handry Chuhairy yang telah mengoleksi P. rosulatum sejak pertengahan 2006. Menurut Adeng-sapaan Aris Budiman-pachypodium dilirik lantaran berbonggol dan sifat tanaman mirip adenium. Bandel dan mudah dirawat, ujar Frans-sapaan Fransiskus.

Dengan begitu, pachypodium mudah masuk di hati hobiis adenium yang tergila-gila dengan bonggol unik. Itu yang tengah terjadi di Jawa. Daya tarik lain terdapat pada bunga. Pachypodium memiliki warna bunga yang jarang ditemui di mawar gurun, yaitu kuning. Dengan demikian dapat dikatakan kalau pachypodium generasi adenium berikutnya.

Mahal

Hingga kini, biji masih didatangkan dari luar negeri. Menurut Pami, biji pachypodium di negara asal, Madagaskar, dipanen hanya pada bulan tertentu, Desember-Februari, sehingga ketersediaannya terbatas. Selain itu, daya kecambah biji sangat rendah, cuma 70%. Bahkan ada yang hanya 30%, yaitu jenis P. brevicaule. Dari 1.000 biji yang disemai hanya 300 yang berhasil tumbuh.

Dibandingkan mawar gurun, pertumbuhan pachypodium lebih lambat. Untuk memperoleh rosulatum setinggi 5-7 cm dibutuhkan waktu 8 bulan dari tebar biji. Sedangkan adenium hanya 1-1,5 bulan untuk mencapai tinggi yang sama. Dengan keterbatasan itu wajar bila harga pachypodium lebih mahal.

Lamerei berumur 3-4 bulan dengan tinggi batang 4 cm seharga Rp.30.000-35.000/pot. Bandingkan dengan adenium obesum dengan umur yang sama harganya hanya Rp.5.000/pot. P. geayi berumur 3 bulan dengan tinggi 17-18 cm dijual seharga Rp.60.000-75.000/pot. P. rosulatum lebih mahal lagi. Bibit umur 8 bulan dari semai biji yang tingginya 5-7 cm seharga Rp.200.000/pot. Adenium obesum berumur sama hanya seharga Rp.10.000-15.000/pot.

Jenis

Di antara lebih dari 20 jenis pachypodium, P. lamerei, P. geayi, dan P. rosulatum paling banyak dibudidayakan di tanahair lantaran biji mudah didapat. Dua jenis yang disebut pertama itu tumbuh pada habitat yang sama. Mereka tahan terhadap panas, udara kering, dan butuh sinar matahari penuh. Pertumbuhan tanaman tegak dan cepat. Di Singapura, lamerei umur 14 bulan mencapai tinggi 50 cm. Menurut Adeng, lamerei dan geayi termasuk kategori giant lantaran tinggi tanaman bisa mencapai 20 m.

Lamerei dan geayi berbunga setelah berumur 2 tahun atau ketika keluar cabang pertama. Bunga lamerei berwarna putih dan tengahnya kuning; geayi, putih. Daun hanya menutupi batang paling atas. Bentuknya panjang dan ramping. Di antara semua genus, daun geayi paling panjang, bisa mencapai 40 cm bahkan lebih, tapi lebar hanya 2 cm.

Rosulatum termasuk dalam kategori dwarf. Tinggi tanaman maksimal 1 m. Pertumbuhan anggota famili Apocynaceae itu melebar. Sosok tanaman sukulen itu seperti arabicum, diameter bonggol bisa mencapai 2 m. Bentuk daun lebih oval dan pendek dibandingkan tipe giant. Dalam satu titik terdapat 1-2 duri pendek dan gemuk. Rosulatum dapat berbunga pada umur 1 tahun. Bunga berwarna kuning.

Jenis lain yang tak kalah cantik ada di tangan kolektor dengan jumlah terbatas dan harganya mahal karena pertumbuhannya lama. Sebut saja bispinosum dan brevicaule. Yang disebut pertama merupakan spesies asal Afrika. Sosok tanaman pendek seperti bonsai dan berbonggol.

Brevicaule adalah spesies asli Madagaskar yang pertumbuhannya paling lambat. Ia tidak tumbuh ke atas, tapi ke samping. Dalam 4 tahun, lebar salah satu anggota famili Apocynaceae itu hanya bertambah 2 ruas jari. Itu yang Trubus lihat di kebun Pami. Pachypodium berumur 20 tahun itu hanya setinggi 10 cm dan lebar 21 cm. Batang pendek itu sensitif terhadap dingin, sehingga lingkungan sekitar harus dijaga tetap hangat.

Meski pertumbuhannya lambat, tapi penampilan pachypodium memikat. Batang berbonggol dan warna bunga menarik, kuning dan putih. Pantas bila anggota famili Apocynaceae itu mulai dilirik.

Sumber : Trubus-online.co.id
http://www.petanibunga.com/

No comments:

Post a Comment