Friday, October 28, 2011

10 cara memulai peternakan kambing perah

10 cara memulai peternakan kambing perah yang patut anda baca sebelum memulai bisnis yang sekarang sedang nge-trend di kalangan peternak

Peternakan kambing perah adalah peternakan yang mengkususkan diri dalam memproduksi susu kambing. Sangat penting Anda untuk dipertimbangkan biaya dan jumlah pekerja yang terlibat dalam memulai usaha, karena pasar mungkin tidak menguntungkan atau berkelanjutan dalam jangka panjang. Masalah yang Anda perlu pertimbangkan termasuk mempekerjakan tenaga kerja, pemasaran, metode produksi, peraturan dan biaya. Ada banyak untuk berpikir tentang jadi pastikan Anda merencanakan dan mempersiapkan bisnis ventura.

1. Teliti dan pelajari mengenai peternakan kambing perah. Hanya anda yang tau apakah usaha ini yang cocok bagi anda atau tidak. Pelajari dahulu jenis kambing apa yang anda butuhkan. Jangan sampai anda membeli kambing yang ditujukan untuk menghasilkan bibit unggul tapi anda perah susunya, karena jenis kambing semacam itu harganya tentunya jauh lebih mahal ketimbang kambing perah. Juga pelajari cara memilih kambing yang memiliki ambing yang baik. Anda sendiri yang mengetahui berapa modal yang anda punya. Paling tidak carilah peternak yang sudah lebih dahulu memulai untuk belajar darinya.

2. Jika anda sebelumnya belum pernah memelihara kambing, pelihara dahulu kambing dalam jumlah kecil, misalnya 2 ekor, pelajari bagaimana cara memeliharanya, cara memberi makan atau membersihkan. Juga perhatikan bagaimana lingkungan mereka, lingkungan haruslah tetap bersih, karena itu akan sangat mempengaruhi kualitas susu yang dihasilkan. Usahakan agar anda mendapatkan pengalaman dari proses ini.

3. Usahakan agar orang orang terdekat anda, atau keluarga anda mendukung usaha ini. Karena usaha ini akan memakan waktu yang panjang, jika keluarga atau orang orang terdekat anda mendukung anada dalam pekerjaan ini, anda akan dapat mengurangi biaya tenaga kerja.

4. Buat rencana bisnis untuk memulai peternakan. Membuat spreadsheet yang berisi semua rincian anggaran Anda. Kerjakan rencana start up biaya – termasuk membeli kambing, menyiapkan peralatan pengolahan susu, mempekerjakan tenaga kerja, leasing atau membeli properti dan biaya overhead

5. Hitung margin keuntungan Anda berdasarkan perkiraan berapa banyak susu dan produk terkait (seperti keju dan mentega yang kemungkinan besar bisa dibuat dalam jangka panjang, atau dalam jangka pendek kotoran kambing yang bisa diujal untuk dijadikan pupuk) yang anda harapkan untuk dijual dari hasil peternakan Anda. Putuskan berapa banyak dana yang Anda butuhkan untuk memulai dan bekerja ketika Anda akan mulai mendapatkan investasi Anda kembali.

6. Mempekerjakan tenaga kerja yang diperlukan. Jika keluarga anda mendukung mereka mungkin dapat menaruh beberapa tenaga kerja ke pertanian, namun Anda mungkin memerlukan spesialis atau seorang sarjana peternakan yang sudah ahli untuk memperhatikan betul betul ternak kambing anda.

7. Jangan lupakan perizinan dan masalah perpajakan.

8. Dapatkan susu kambing yang berkualitas dengan memperhatikan kualitas dari peternakan anda. Misalnya saja, kandang anda harus punya jarak dari tanah atau menggunakan kandang panggung agar kambing lebih sehat. Lantai bawahnya menggunakan semen agar bersih dan memudahkan perawatan dan pengambilan, pengumpulan kotoran kambing. Perhatikan juga kualitas dari peralatan, semua peralatan yang berhubungan dengan susu jangan menggunakan plastic, kalau bisa gunakan kaca atau stainless steel

9. Pilih jenis kambing yang sesuai dan putuskan berapa banyak yang anda akan beli untuk diternakkan. Ada beberapa yang sudah populer di Indonesia, yaitu kambing peranakan ettawa, kambing peranakan ettawa senduro, kambing saanen ataupun yang telah disilangkan dengan kambing peranakan ettawa.

10. Beli kambing dan tempatkan mereka di peternakan anda. Pastikan kesehatan kambing dan harganya tidak terlalu tinggi. Sebelumnya luangkan waktu untuk mengunjungi banyak peternakan dan pasar hewan untuk survey.

Sumber : http://www.infoternak.com/10-cara-memulai-peternakan-kambing-perah

No comments:

Post a Comment