Showing posts with label Budidaya Ayam Cemani. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Ayam Cemani. Show all posts

Sunday, March 11, 2012

Ciri Ayam Cemani Kualitas Super

Ciri Ayam Cemani Kualitas Super : untuk melihat ciri ciri ayam cemani yang kuaitas nomor wahid ada beberapa kriteria untuk Yang jantan berat rata-rata 1,8 kg. Bentuk kepalanya kecil, oval memanjang mirip buah pinang. Jengger bilah berukuran sedang, tipis, bergerigi tujuh buah dan berwarna hitam legam.

Pial sepasang berukuran sedang. Cuping telinga kecil, juga berwarna hitam pekat. Paruh kecil dan panjang, sedikit melengkung ujungnya, berwarna hitam mengkilat. Lidah, langit-langit dan tenggorokannya berwarna hitam sedikit abu-abu. Mata bulat besar, berkesan tajam, berwarna hitam dan berbinar-binar. Kulit, daging dan urat pun berwarna hitam. Begitu juga tulangnya pun hitam mengkilap. Darahnya berwarna merah kehitam-hitaman.

Di seluruh bulu tak ada warna lain kecuali hitam mengkilap. Bulu hias di leher, punggung dan pinggang kecil-kecil panjang, mengkilap. Bentuk badan ramping dan tegap, dan membentuk sudut 60 derajat bila berdiri tegak. Bulu ekor pokok hampir lurus, panjang sekali hingga menyentuh tanah.

Paha dan kakinya ramping padat dan panjang, membulat. Sisik kakinya teratur rapat dan berwarna hitam mengkilap. Jari kaki sedang dan hitam pula warnanya. Telapak kakinya halus dan pada tiap ruas terdapat benjolan bundar berkulit jangat, berwarna hitam kusam.

Kuku-kukunya kecil dan panjang, melengkung, berujung runcing, serba hitam warnanya. Tajinya pun hitam legam, berukuran kecil, agak melengkung dan runcing. Sementara yang betina kurang lebih ciri-cirinya sama, namun berat rata-rata hanya 1 kg.
Menurut sejarah, sebetulnya yang bernama ayam kedu, tak melulu yang berbulu hitam. Dahulu banyak juga ayam kedu yang berwarna putih (bulu putih kapuk, paruh putih, mata bening, kaki putih), lurik skul (bulu lurik-lurik hitam dan putih), dan gondang (bulu merah kekuning-kuningan dan belang-belang hitam).

Tapi jenis yang bukan hitam tersebut sudah tak ada lagi. Mereka sengaja dimusnahkan masyarakat. Sejarahnya diawali sejak terjadi perang Clash II tahun 1949. Ketika itu Jendral Gatot Subroto sedang bergerilya di sekitar Temanggung. Dia tertarik pada ayam kedu yang berbulu hitam. Kemudian sekitar tahun 1953, ketika menjabat Panglima Kodam di Kalimantan, Jendral itu memesan ayam kedu hitam sebanyak 500 ekor untuk dikembangkan.

Dengan adanya pesan yang amat besar, terjadilah rembuk desa di antara warga. Dalam rapat tersebut diputuskan bahwa tiap warga desa hanya boleh memelihara ayam kedu yang berwarna hitam saja. Yang bukan hitam wajib dimusnahkan agar tak mengotori dan terjadi kawin campur dengan ayam cemani.

Sumber : http://pakarbisnisonline.blogspot.com/2010/05/ciri-ayam-cemani-kualitas-super.html

Monday, March 5, 2012

Budidaya Ayam Jawa/Kampung

Sejarah ayam kampung dimulai dari generasi pertama ayam kampung yaitu dari keturunan ayam hutan merah (Gallus gallus). Jenis ayam kampung sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Kutai.Pada saat itu, ayam kampung merupakan salah satu jenis persembahan untuk kerajaan sebagai upeti dari masyarakat setempat.Keharusan menyerahkan upeti menyebabkan ayam kampung selalu diternakan oleh warga kampung dan menyebabkan ayam kampung tetap terjaga kelestariannya.Di samping itu, ayam kampung memang sesuai dengan selera masyarakat setempat.Kebiasaan beternak ayam kampung tersebutlah yang menyebabkan ayam ini mudah dijumpai di tanah air.Sampai sekarang sistem upeti dalam arti perpindahan barang (ayam kampung) dari desa ke kota masih tetap ada.Bedanya, saat ini perpindahan tersebut lebih bersifat bisnis.

Ayam kampung mempunyai banyak varietas dan spesies, beberapa di antaranya yang penting yaitu :

1. Ayam Kedu

Ayam kedu merupakan ayam lokal yang berkembang di Kabupaten Magelang dan Temanggung atau eks. Kersidenan Kedu (Jawa Tengah). Berdasarkan penampilan warnanya, ayam kedu dapat dibedakan menjadi empat jenis sebagai berikut.

a. Ayam Kedu Hitam
Ayam kedu hitam mempunyai penampilan fisik hamper hitam semua, tetapi kalau diamati secara teliti warnanya tidak terlalu hitam. Penampilan kulit pantat dan jengger masih mengandung warna kemerah-merahan. Bobot ayam kedu hitam jantan dewasa antara 2 Kg – 2,5 Kg, sedangkan yang betinanya hanya 1,5 Kg. Ayam ini sering disamakan dengan ayam cemani karena tampak serba hitam.

b. Ayam Kedu Cemani
Ayam kedu cemani memiliki penampilan sosok tubuh hitam mulus, termasuk paruh, kuku, telapak kaki, lidah, telak (langit-langit mulut), bahkan daging dan tulangnya juga hitam. Sosok tubuh ayam kedu jantan dewasa tinggi besar dan bobotnya antara 3 Kg- 3,5 Kg, sedangkan yang betina dewasa berbobot antara 2 Kg- 2,5 Kg.

c. Ayam Kedu Putih
Ayam kedu putih ditandai dengan warna bulu putih mulus, jengger dan kulit mukanya berwarna merah, sedangkan kakinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Jenggernya tegak berbentuk wilah. Bobot ayam jantan kedu putih dewasa mencapai 2,5 Kg. Sedangkan bobot ayam kedu putih betina 1,2 Kg – 1,5 Kg.

d. Ayam Kedu Merah
Ayam kedu merah ditandai dengan warna bulu hitam mulus, tetapi kulit muka dan jengger berwarna merah, sedangkan kulit badannya berwarna putih. Sosok tubuh ayam kedu merah tinggi besar dengan bobot ayam jantan dewasa 3 Kg-3,5 Kg, Sedangkan bobot ayam betina 2 Kg-2,5Kg.

2. Ayam Nunukan

Ayam nunukan disebut juga ayam Tawao. Ayam ini merupakan ayam lokal yang berkembang dipulau Tarakan, Kalimantan Timur. Ayam nunukan diperkirakan berasal dari Cina. Karakteristik ayam nunukan adalah warna bulunya merah cerah atau merah kekuning-kuningan, bulu sayap dan ekor tidak berkembang sempurna. Sementara paruh dan kakinya berwarna kuning atau putih kekuning-kuningan dengan jengger dan pial berwarna merah cerah. Jenggernya berbentuk wilah dan bergerigi delapan.

Stadium anak ayam sampai umur 45 hari cenderung berbulu kapas. Berat badan ayam nunukan jantan dewasa 3,4 Kg – 4,2 Kg, sedangkan yang betina 1,6 Kg – 1,9 Kg.

3. Ayam Pelung

Ayam pelung merupakan ayam lokal yang berkembang di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi (Jawa Barat). Ayam pelung memiliki sosok tubuh besar dan tegap, temboloknya tampak menonjol. Kakinya panjang, kuat, dan pahanya berdaging tebal. Ayam pelung jantan memiliki Jengger berbentuk wilah yang besar, tegak, bergerigi nyata dan berwarna merah cerah. Ayam pelung betina mempunyai jengger, tetapi jengger terseebut tidak berkembang dengan baik. Ayam pelung jantan dewasa mempunyai bobot badan berkisar antara 3,5 Kg – 5,5 Kg, sedangkan yang betina 2,5 Kg – 3,5 Kg.

4. Ayam Sumatra

Ayam Sumatra merupakan ayam lokal dari Sumatra Barat. Penampilan perawakannya tegap, gagah ,tetapi ukuran tubuhnya kecil. Ayam Sumatra jantan berkepala kecil, tetapi tengkoraknya lebar. Pipinya penuh (padat), keningnya tebal, dan pialnya menggantung ke bawah. Paruh ayam Sumatra umumnya pendek dan kukuh berwarna hitam, dengan cuping kecil dan berwarna hitam . Ayam Sumatra memiliki jengger berbentuk wilah dan berwarna merah. Kulit muka juga berwarna merah atau hitam, ditumbuhi bulu halus yang jarang. Bobot ayam Sumatra jantan dewasa 2 Kg, sedangkan yang betina 1,5 Kg.

5. Ayam Balenggek

Ayam belenggek berasal dari Sumatra Barat, tepatnya dipedalaman Kabupaten Solok. Ayam ini pandai berkokok dengan suara yang merdu dan iramanya bersusun-susun, panjang sampai terdiri atas 6-12 suku kata. Semakin panjang suku katanya, semakin panjang kokoknya.

6. Ayam Gaok

Ayam gaok bersal dari madura dan Pulau Puteran, Kabupaten Sumenep. Keistimewaan ayam gaok yaitu kokoknya memiliki suara panjang yang hampir sama dengan ayam pelung yang terdapat di Cianjur (Jawa Barat). Ayam Gaok jantan dewasa memiliki bobot badan mencapai 4 Kg, sedangkan yang betina 2 - 2,5 Kg. Ayam Gaok jantan memiliki tampilan tubuh besar, tegap dan gagah. Jenggernya besar berbentuk wilah dan berwarna merah, dengan pial yang besar dan warnanya merah. Kakinya berwarna kuning . Bulunya didominasi oleh warna kuning kehijau-hijauan (wido), namun ada juga yang berwarna lain, seperti merah dan hitam.

Usaha kecil yang berkembang saat ini diantaranya adalah peternaan ayam kampung. Peluang bisnis ini cukup menjanjikan asalkan tekun dan telaten. Pangsa pasar masih terbuka lebar karena kebutuhan ayam kampung ini masih terbuka lebar khususnya dibutuhkan di warung-warung makan yang salah satu bahan konsumsinya yaitu ayam kampung. Dari berbagai alasan dan pertimbangan ayam kampung jauh lebih diminati konsumen dari pada ayam potong.

Kebutuhan ayam kampung saat ini sangatlah menggiurkan terutama dikarenakan banyak orang yang lebih memilih ayam kampung karena rasanya yang lebih gurih, selain itu ayam kampung lebih sedikit menggunakan obat-obatan saat pembesaranya. Diwilayah Yogyakarta saja kurang lebih 1000 ekor ayam kampung yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan restoran-restoran ayam goreng, gudeg, sate dan selebihnya untuk warung-warung makan lainnya.


Banyaknya kebutuhan ayam kampung itulah yang memberikan semangat untuk berwirausaha pembesaran ayam kampung pedaging. Ayam yang dibesarkan hanyalah ayam kampung biasa yang sudah banyak diternakan oleh masyarakat selama ini,hanya cara penangananya saja yang yang dibuat seolah seperti ayam pedaging. Dalam jumlah banyak ayam kampung tetap membutuhkan vitamin ayam dan juga vaksinasi untuk mencegah datangnya penyakit yang dapat menimbulkan kerugian peternak.

Perkiraan Analisis Ekonomi :

SPESIFIKASI
1. Jenis : Ayam Kampung
2. Luas Kandang : 100 m2
3. Populasi : 500 ekor
4. Masa Panen : 60 hari (sekitar 2 bulan)
5. Bobot Panen : 7,50 Kg
6. Tingkat Kematian : 5 %

INVESTASI
Sewa kandang 1 tahun untuk 4 periode Rp 1.000.000,00
Pemanas Rp 500.000,00
Peralatan makan dan minum Rp 500.000,00
Jumlah Rp 2.000.000,00

BIYAYA OPERASIONAL
DOC 500 ekor @ 4.800 Rp 2.400.000,00
Pakan ayam Boiler 15 zak @ 250.000 Rp 3.750.000,00
Obat dan vitamin Rp 50.000,00
Vaksin Rp 50.000,00
Listrik Rp 50.000,00
Penyusutan sewa kandang Rp 250.000,00
Penyusutan pemanas Rp 75.000,00
Penyusutan peralatan makan dan minum Rp 31.250,00
Tenaga kerja per ekor Rp 175.000,00
Total biaya Rp 6.831.250,00

OMZET
475 ekor x Rp 24.000,00 = Rp 11.400.000,00

LABA BERSIH
Rp 11.400.000 – Rp 6.831.250 = Rp 4.468.750,00/2 bulan

Jadi bisa diperkirakan keuntungan dari hasil usaha peternakan ayam setiap kali panen (sekitar 2 bulan) memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp 4.468.750,00.

Sumber : http://www.infokita.web.id/2011/08/budidaya-ayam-jawakampung.html

Friday, October 21, 2011

Ayam kedu ayam cemani, ayam aseli wong Temanggung

Kalau suatu ketika Anda melintas di wilayah Temanggung, terutama dari arah Temanggung ke Parakan, atau sebaliknya, Anda akan menjumpai banyak ayam dikurung di pinggir jalan untuk dijual kepada para pelancong. Ya, kalau sampai di daerah itu, itulah wilayah Kedu.

Kedu adalah sebuah kota kecamatan di Temanggung yang pada jaman Belanda sampai era awal Orde Baru diambil namanya sebagai salah satu karesidenan dengan wilayah Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang, Kota Madia Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Kebumen. Ya itulah wilayah eks Karesidenan Kedua saat ini.

Kembali ke masalah ayam, maka ayam kedu merupakan jenis ayam lokal yang mempunyai karakteristik dan keunggulan tersendiri dibandingkan ayam lokal lainnya. Ayam kedu ini sesuai namanya memang berasal dari daerah Kedua dan sekitarnya.

Jenis ayam kedu
Jenis ayam kedu ada tiga macam, yaitu: kedu putih, kedu hitam (atau sering disebut dengan ayam cemani) dan campuran. Ketiga jenis ayam kedu tersebut dibedakan berdasarkan warna bulunya.
Ayam Kedu putih populasinya sangat sedikit sedangkan ayam Kedu warna (campuran) populasinya sudah tidak terkontrol karena sudah bercampur dengan ayam lokal lainnya.

Ayam kedu hitam populasinya tidak diketahui secara pasti. Ayam kedu Hitam yang seluruh tubuhnya berwarna hitam lebih dikenal sebagai ayam ‘CEMANI’, warna hitam pada seluruh ayam selain bulu juga menyebar mulai dari jengger, kulit muka, mata, paruh, kaki, cakar, kuku sampai ke rongga mulut dan lubang dubur (cloaca).

Perbedaan antara ayam kedu Hitam dan ayam Cemani adalah pada ayam kedu Hitam sebaran warna hitam hanya pada bulunya saja, sedangkan pada ayam Cemani sebaran warna hitam menyebar keseluruh tubuh.

Jadi ayam Cemani merupakan ayam kedu hitam tetapi ayam kedu hitam belum tentu ayam Cemani. Diduga yam cemani ini didapat dari hasil perkawinan antar keluarga yang dekat hubungan kerabatnya dari beberapa generasi diikuti dengan seleksi kearah ayam yang berwarna hitam.

SEJARAH AYAM KEDU
Asal usul ayam kedu hitam sampai saat ini belum dapat diketahui dengan pasti. Banyak versi yang beredar di masyarakat di antaranya versi MAKUKUHAN dan versi TJOKROMIHARJO. Sebagaimana dilansir www.temanggungkab.co.id, versi MAKUKUHAN mengatakan bahwa ayam kedu ini pada berakhirnya kerajaan Majapahit dibawa ke kerajaan Demak oleh Ki Ageng Makukuhan, berkembang sampai ke daerah Kedu. Versi ini sudah melegenda di desa dan sekitarnya. Versi lain diperkenalkan oleh seorang masyarakat dari Desa Kalikuto Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang bernama Tjokromiharjo. Tokoh ini merupakan Kepala Desa Kalikuto yang mencurahkan perhatiannya di bidang peternakan.

Dilaporkan oleh majalah Minggu Pagi tanggal 7 Juni 1959, bahwa Pak Tjokro mendapat pengetahuan peternakan dari kursus-kursus yang diadakan oleh Dr. DOUWES DEKKER pada tahun 1919 di Bandung dan hasil korespondensinya dengan ahli perunggasan dari Colorado bernama Mr. Schelter.

Versi pak Tjokro menceritakan bahwa ayam kedu asalnya bukan dari daerah Kedu. Ayam kedu merupakan hasil persilangan dari beberapa generasi ayam dari Inggris yang dibawa oleh RAFLES dengan ayam lokal dari daerah Dieng, Jawa Tengah.

Jenis ayam yang dibawa oleh Rafles tersebut diperkirakan ayam DORKING dan hasil keturunan dari hasil perkawinan tersebut menyebar sampai ke daerah Kedu dan sekitarnya.

Nama ayam kedu muncul pada tahun 1926, sebelumnya nama ayam kedu adalah ayam hitam. Nama ayam hitam dikenal pada tahun 1924, pada waktu itu Pak Tjokro mengikutkan ayam hitamnya di Pekan Raya Surabaya dan mendapat hadiah utama. Pada tahun 1926 ayam hitam Pak Tjokro diikutkan lagi di Pekan Raya Semarang dan mendapat juara lagi.

Karena banyak ayam hitam yang ikut pada lomba tersebut untuk membedakan ayam Pak Tjokro diberikan nama ayam hitam kedu sesuai daerah asal Pak Tjokro yaitu Karisidenan Kedu. Nama ayam hitam kedu disingkat menjadi ayam kedu.

Sampailah saat ini ayam kedu dikenal sebagai salah satu kelompok ayam dari berbagai ternak unggas di Indonesia yang hidup dan berkembang di dalam wilayah Kedu Kabupaten Temanggung.

Warna bulu ayam kedu sangat bervariasi dari putih, blorok, wido, abu, merah dan hitam namun terdapat kecenderungan peternak untuk mengembangkan hanya yang berwarna hitam polos atau hitam dengan sedikit warna merah tua didaerah leher dan punggung.

Ayam kedu termasuk dalam tipe dwiguna, yaitu ayam yang dapat diambil manfaatnya berupa daging dan telurnya, bahkan kadang-kadang untuk hobi (biasanya ayam kedu hitam / cemani).

Permasalahan yang dihadapi dalam perkembangan ternak ayam kedu adalah rendahnya produktivitas ayam kedu, sebagai akibat dari pengelolaan yang masih tradisional, sehingga upaya yang dilakukan adalah mengubah pengembangan ayam kedu dari pola tradisional menjadi berwawasan agribisnis.

Untuk itu ada beberapa faktor pendukung yang perlu diperbaiki, yaitu mulai dari pengelolaan sarana produksi, teknologi yang tepat guna, dukungan permodalan, pasar serta peternak yang berwawasan bisnis.

Ada berbagai alasan yang mendorong masyarakat untuk membudidayakan ayam kedu, antara lain karena ayam kedu cepat berkembang baik, daging dan telurnya banyak disenangi konsumen sehingga tidak mengalami kesulitan dalam pemasarannya walaupun harganya relatif lebih mahal dari jenis unggas lain.

Manfaat langsung yang dapat diperoleh masyarakat petani dari usaha peternakan ayam kedu adalah 1) Dengan penjualan produknya (telur atau daging) akan diperoleh uang tunai yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari; 2) Dengan mengkonsumsi telur dan daging ayam lebih sering, maka pemenuhan gizi protein hewani menjadi meningkat dimana hal ini akan berpengaruh langsung pada kesehatan, kekuatan, pertumbuhan serta kecerdasan terutama pada anak-anak.

Secara teknis, pengelolaan ayam kedu tidak terlalu menuntut penggunaan teknologi mutakhir, karena ayam kedu memiliki kelebihan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan, pakan mudah dan dapat memanfaatkan sisa-sisa hasil pertanian atau sisa-sisa dapur serta lebih tahan terhadap penyakit.

Dari sifat yang dimiliki dan peluang bisnis yang tinggi, maka ayam kedu sangat berpeluang untuk dikembangkan secara komersial. Upaya pengembangan ayam kedu perlu terus dilakukan dengan penerapan teknologi SAPTA USAHA (bibit, kandang, pakan, kesehatan, pengelolaan reproduksi, penanganan pasca panen dan manajemen).

Sistem pemeliharaan ayam kedu dari pola tradisional menjadi berorientasi bisnis (pasar) harus melalui pendekatan sistem agribisnis secara utuh.

CIRI AYAM KEDU
* Bentuk kepala bulat
* Pial berwarna hitam atau merah
* Mata hitam seperti bola,
* Kaki pendek , leher pendek
* Kulit putih sampai hitam
* Bentuk badan besar kompak seperti ketupat

Sumber : http://agroburung.com/2009/08/03/ayam-kedu-ayam-cemani-ayam-aseli-wong-temanggung/

Sunday, October 16, 2011

Sejarah dan Khasiat Ayam Cemani,

Ayam Cemani merupakan ayam lokal asli Indonesia, yang asal-muasal sejarahnya berasal dari Pulau Jawa. Kata cemani berasal dari bahasa jawa kuno yang artinya Hitam Legam, warna hitam ini menyelimuti seluruh tubuh ayam lokal ini mulai dari jengger, pial, paruh, bola mata rongga mulut, lidah, pelatuk, bulu, sayap, ketiak, lubang dubur, siih, kaki, dan cakar.

Konon ayam cemani ini memiliki warna hitam yang sangat sempurna dengan prosentase 100 % warna keseluruhan nya hitam, bahkan sampai warna daging tulang dan darahnya semuanya berwarna hitam, warna hitam menyelimuti seluruh tubuh dari bagian luar, hingga bagian dalam/jeroannya, mulai dari tenggorokan, rongga mulut, lidah, semua nya hitam.Melihat dari kriteria dan ciri-ciri tersebut inilah yang disebut & di klaim sebagai : "Ayam Cemani Asli" atau sering juga disebut dengan julukan (Hayam Hideung) kata orang Sunda.

Dulu nya asal-muasal ayam cemani ini adalah ayam kedu hitam, yang banyak dipelihara oleh masyarakat jaman dahulu di kahuripan desa Kedu pada jaman Kerajaan Majapahit abad ke 19.

Ayam ini adalah ayam yang sangat istimewa pada jaman nya, sehingga ayam ini sangat di sukai dan menjadi piaraan atau koleksi para gegeden, raja-raja jaman dahulu kala,........... Itulah yang membuat ayam ini menjadi sangat eksklusif, memiliki nilai jual yang sangat fantastis dan sangat berharga karena mengingat dulu nya saja ayam ini banyak dikoleksi para raja dan keturunan ningrat.

Ayam Cemani berasal dari Ayam keturunan kedu hitam, yang di seleksi memiliki kemurnian warna hitam dengan ciri khas bentuk jengger tunggal bergerigi (jantan). Entah berapa generasi seleksi tersebut dilakukan demi untuk populasi dan kelestarian nya.Namun yang sangat memperihatinkan hingga saat ini populasinnya semakin berkurang dan menyusut dibandingkan populasi Ayam Cemani 100 tahun yang lalu, mengingat ayam ini sulit untuk dikembangbiakkan hingga beranak-pinak, ke regenerasi anak dan turunan nya,...

Hal inilah yang membuat Ayam Cemani ini kini menjadi semakin langka, dan sulit di dapatkan, sehingga ayam ini menjadi banyak di buru dan di cari orang, hingga saat ini hanya segelintir orang saja yang memiliki nya,...

Mengapa Ayam Cemani Banyak Diburu dan Dicari Orang,......??? Untuk Keperluan dan Kebutuhan Apakah Ayam Cemani ini,...???

1. Sebagai Pembawa Hoki
Melihat dari keistimewaan dan keunikan ayam tersebut, beberapa kriteria yang tidak dimiliki ayam lain, sehingga Ayam Cemani ini memiliki nilai dan kelas tersendiri, dengan tingkat level sangat istimewa,karena disamping sebagai untuk peliharaan pribadi atau koleksi, konon katanya dengan memelihara ayam tersebut bisa sebagai pembawa Hoki bagi pemiliknya, dan juga bisa mendatangkan banyak rejeki bagi yang memiliknya, hal ini di akui kesaksian salah seorang yang kini sudah menjadi Pengusaha Property sukses papan atas di Jakarta yang memelihara ayam tersebut.

" Alhamdulillah, setelah kami memelihara Ayam Cemani, setiap kali kami mengikuti tender selalu menang tender dan berjalan mulus, hingga kami mendapatkan beberapa proyek besar dan bisa ekspansi ke bidang bisnis lain nya dengan peningkatan Asset berkali-kali lipat. Namun semuanya itu selain karena Hoki, usaha dan kerja keras, juga berkat Do'a bantuan serta izin dan ridho Allah SWT. Padahal dulunya kami hanya seorang mandor bangunan biasa yang menangani borongan bangunan proyek-proyek kecil kelas gurem,........Namun setelah memelihara Ayam Cemani banyak perubahan yang kami dapatkan, dan mendatangkan banyak rejeki yang tidak disangka-sangka,..Alhamdulillah barokah,.....kami merasa sangat bersyukur pada Tuhan "

2.Untuk Tumbal Persyaratan Kebutuhan Ritual/Ruwat Ghaib
Ayam Cemani banyak dibutuhkan dan dicari orang untuk persyaratan tumbal kebutuhan ritual/ruwat ghaib seperti : ritual penggalian harta karun (sajen khodam) pengobatan, ruwat bangunan pabrik, gedung, mall, plaza, hotel, ruko, toko, kantor, rumah, dll, untuk ruwat penglaris dagangan di kantin, toko, kios,pasar, dll. untuk ritual/ruwat pembangunan proyek-proyek besar seperti : pembangunan jembatan, bendungan, terowongan, explorasi pertambangan, pembangunan jalan tol, terminal, bandara, pelabuhan serta proyek-proyek besar lain nya yang berhubungan dengan Alam. Selain itu Ayam Cemani biasa juga di gunakan untuk ruwat syukuran bumi, laut, gunung/kawah, ruwat memandikan benda pusaka, serta ruwat buang sial, sulit jodoh, pemikat lawan jenis bagi seseorang,...
Pada pelaksanaanya Ayam Cemani dibuat untuk tumbal atau sajen/sajian, kemudian di laksanakan ritual khusus ayam dimandikan dengan kembang 7 rupa, di bacakan mantra2 atau jampi2 khusus oleh (oran pintar) lalu disembelih untuk diambil darah dan dagingnya, setelah itu di suguhkan/dipersembahkan sebagai tumbal mahluk ghaib atau istilah nya untuk mengusir roh jahat sebagai syarat agar setiap proyek pembangunan berjalan lancar dan terhindar dari malapetaka serta marabahaya lainnya,..... tumbal tersebut sebagai penangkal dari ganguan mahluk halus, seperti kesurupan dan guna-guna lainnya,....

Menurut Ki Joko Bodo seorang Paranormal terkenal dari Jakarta mengatakan :
"Ayam Cemani memiliki Nilai Mistis dan Daya Magis yang sangat kuat, selain sebagai pembawa Hoki juga sebagai syarat tumbal atau sajen, karena daging, tulang, serta darah-nya yang berwarna hitam yang dimilikinya, sangat disukai sebagai makanan kesukaan pavorite jin, iblis, dedemit dan sebangsa nya,......Dahulu kala Ayam Cemani sering digunakan oleh para Raja, Jawara, ahli tirakat sebagai syarat sajen untuk penguasaan ilmu tertentu agar bisa tercapai ilmu kesaktian-nya.Tapi sekarang ayam nya susah dicari Mas,....Boleh dikatakan Ayam Cemani adalah Ayam termahal di dunia, malah saya sendiri juga pernah menjual sepasang Rp500juta,kepada salah seorang Pasien kami dari Singapura,untuk peliharaan koleksi sebagai pambawa Hoki "

3. Berapa Harga Jual Ayam Cemani,......???
Melihat semakin berkurang dan semakin langka nya ayam ini, dan sangat sulit dicari untuk mendapatkan nya, kerena hingga saat ini hanya segelintir orang saja yang memilikinya,...Itupun sebagian dari mereka (pemiliknya) tidak ingin menjualnya,Apalagi ayam ini semakin banyak dicari dan dibutuhkan banyak orang sebagai syarat/persyaratan untuk keperluan Hajat/kepentingan tertentu, maka Ayam Cemani memiliki harga jual selangit, sangat fantastis, dengan harga jual bervariatip, ada yang menjual dengan harga Rp50.000.000,-per/ekor sampai dengan Rp250.000.000,-per/ekor, tergantung sipemilik mau melepas harga tersebut,....

Namun setinggi apapun harga yang ditawarkan, tetap saja banyak orang yang berminat dan mampu berani membelinya, kerena sebanding dengan khasiat serta kegunaan nya, apalagi bagi orang-orang yang benar-benar sangat membutuhkan-nya, seperti orang-orang yang sedang punya hajat/kepentingan tertentu, seperti pemburu harta karun, kollektor barang2 antik,benda2 seni & pusaka, paranormal, pengusaha, pejabat, dll. Berapapun harga yang ditawarkan,........?? tetap saja mereka berani beli,.......ya, nama-nya juga ayam pembawa Hoki.

Sumber : http://pakarbisnisonline.blogspot.com/2010/03/sejarah-dan-khasiat-ayam-cemani.html